Bahagia Itu Sederhana #1

Bahagia Itu Sederhana #1


Kata orang bahagia itu sederhana…

Kurang lebih setelah kembali dari mudik lebaran, saya dan suami bertekad untuk benar-benar merubah pola hidup menjadi sehat. Ya kami sadari selama ini kurang sehat makanan yang kami konsumsi, selain itu juga olahraga bisa terhitung sebulan sekali. Merasa berat badan (BB) segini-segini aja, selama ini kami merasa gak ada masalah dengan gaya hidup seperti ini. Toh bebas makan apa aja, kapan aja, dan jarang olahraga pun berat badan kita juga segini-segini aja bahkan banyak yang bilang harus digemukin. Bisa dibilang sombong, sempat saya berpikir, “ah lebay banget diet OCD, mayo, dll. Gak perlu ah BB juga segini-segini aja” (hihihi emang enaakk sok siih)

Diperkenalkan oleh seorang teman dengan  Food Combining  (FC) yang notaband-nya membuat tubuh menjadi ideal (orang kurus BB menjadi naik, orang gemuk BB menjadi turun). Sempat tertarik, “waah ternyata ada diet yang seperti itu yaa”, namun kami masih berpikir “ngapain sih ribet-ribet wong BB juga segini-segini aja, lahaap semua”. Makin hari kami mendapati banyak tulisan ini itu yang intinya FC itu pola makan sehat. Memang dari seluruh program diet yang kami ketahui, FC ini paling logis karena gak hanya loss weight tapi juga bisa gain weight untuk tubuh-tubuh yang kurus macam kurang gizi seperti suami saya (ampuun juragan). Karena kami memang dasarnya pemales, sudah banyak bukti yang baik-baik tentang FC tapi kami masih ogah buat berubah. Kami gak percaya gitu aja. Semua hal yang kami putuskan sudah melalui proses tabayyun yang sangat teliti terlebih dahulu. We love research. Bisa dibilang bener-bener kami plintir lah itu semua infonya. Sampai pada suatu bacaan kalau pola FC ini sudah dilakukan oleh Rasulullah (kalo gak salah pernah nemunya di toko buku, tapi baca aja disana gak dibeli bukunya hihii). Ternyata Rasul dalam kesehariannya menerapkan pola hidup seperti konsep FC jauh sebelum FC modern booming seperti sekarang ini. Saya pribadi percaya segala hal yang dilakukan oleh Rasul patut dicontoh karena pasti baik. Lha wong Rasul sebagai orang yang paling jarang sakit sedunia aja pola hidupnya seperti FC, jadi atas dasar itu tekad kami bulat untuk merubah semua pola makan. Semuanya kami ubah. Lha terus selama ini gak pernah makan sehat donk? Bukan gitu, setiap hari makanan yang kami konsumsi sudah sehat seperti sayur, buah, proyein hewani, protein nabati. Kami juga selalu masak sendiri dan jarang jajan diluar, tapi ternyata pola makan yang selama ini dilakukukan itu salah. Gimana salahnya? Semua makanan kami campur aduk sesuka hati. Pada FC sayur, buah, protein, karbohidrat memiliki cara penyerapan berbeda-beda sehingga memiliki waktu yang berbeda-beda pula untuk mengkonsumsinya.

Kurang lebih hampir sebulan kami sudah menjalani FC. Ngefek gak? Banget. Manfaat dari sarapan buah tiap pagi yang dirasakan adalah Buang air besar (BAB) jadi lancar dan tepat waktu. Hahaha jorok aah. Eh tapi serius lhoo kelancaran BAB ini memberi kebahagian tersendiri untuk saya yang sebelumnya suka seret BAB, kadang 2 hari baru bisa BAB, apalagi kalo ketempat baru yang asing si BAB ini bisa ngumpet gak mau menampakkan ke-eksis-annya. Tepat waktu lagi 15-30 menit setelah sarapan buah langsung radar panggilan alamnya berbunyi hihihi.

Sarapan Buah ala Kami
Sarapan Buah ala Kami

Saya yang punya kebiasaan ngantuk dan nguap berkepanjangan, pada aktu-waktu krusialnya sekitar sejam sampai 2 jam setelah makan siang pasti udah nguap-nguap sambil loyo di meja kerja. Belakangan ini, udah gak pernah ngerasain lagi tuh penyakit “kenyang sampe bego”. Manfaat yang langsung dirasain dari pola makan tidak mencampur pati/karbo dengan protein hewani. lhaa jadi piye? Jadi kalo makan nasi ya dengan sayur dan protein nabati contohnya tahu tempe. Sedangkan kalo lagi pengen makan protein hewani (ikan, ayam dan daging-dagingan) ya dengan sayur. Awalnya saya mikir “lah emang kenyang apa makan kayak gitu doank mah sama kayak ngemil”, tapi ternyata setelah dicoba emang beneran kenyang lhoo karena dalam FC diharuskan makan lebih dari satu jenis sayur dan mengunyah dengan perlahan. Saya cukup amaze ternyata mengunyah pelan-pelan itu bisa membuat rasa kenyang yang bertahan lama.

Laper Galak Kenyang Bego

Masalah jerawat sudah saya pasrahkan karena faktor genetik (kata mamah, papah saya jaman muda dulu jerawatan parah). Saya gak separah dibanding kakak dan adik saya yang jerawatnya segede-gede biji jeruk. Kami semua melakukan perawatan wajah sejak kuliah hingga sekarang. Dari klinik kecantikan sampe dokter SPKK sudah kami satronin. Udah kenyang sama produk perawatan wajah karena saking seringnya ganti-ganti tapi tetap php. Setelah hampir sebulan menjalani FC beneran berasa banget kulit lebih halus dan jerawat lebih jinak gak seheboh sebelumnya. Untuk memastikan apa bener ini pengaruh dari FC atau ya emang obat dokternya yang cocok, saya coba tes dengan ngurangin obat dari dokter ternyata jerawat emang gak muncul. Sudah jadi rahasia umum yaa kalo manfaat dari buah dan sayur memang bagus untuk kulit.

Ternyata benar, bahagia itu sungguh sederhana…

Sesederhana BAB yang lancar.

Sesederhana gak ngantuk lagi dikantor.

Sesederhana jerawat menjadi jinak.

 

 

5 thoughts on “Bahagia Itu Sederhana #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s