Less Than a Year

Less Than a Year


Memperingati 7 bulan lebih beberapa hari saya menjadi seorang istri.

Beberapa transisi yang pernah dialami dari masa anak-anak (SD), ABG (SMP), ABG gedean dikit (SMA), ABG lebih gedean dikit (kuliah), sampe kerja (udah bisa disebut dewasa belum yaaaa) memberi fase pelajaran masing-masing. Dari yang dulu cuma mikirin sekolah, main-main dan hobi berantem sama cowok, naik tingkat dikasih cobaan putus cinta (duluu jaman jadi abg rese). Udah lulus dari cobaan putus cinta dikasih ujian hidup harus hidup sendiri di kota orang, sampe dikasih pelajaran kerja yang harus nyeberang 2 provinsi dan harus PP setiap hari (Bekasi-Jakarta-Tangerang-Jakarta-Bekasi). Syukur diberi waktu sama Yang Maha Kuasa selama hampir 25 tahun untuk mengalami semua transisi itu dengan tempo ujian dan cobaan yang perlahan. Masih ngerasa gak banyak perubahan di diri saya sih sih, intinya transisi selama hampir 25 tahun itu saya masih ceplas-ceplos seenaknya, pergi kesana-kemari sesukanya, dan terkadangan judging sekenanya.

Tepat diumur ke-25 saya dilamar oleh pria yang sekarang jadi suami saya (ciyee dilamar pas ulang tahun nih yee), sampai pada transisi itupun saya masih gak merasakan banyak perubahan. Setelah nikah perubahan pasti tapi mencoba gak terlalu dipikirin siih, yaa dijalani ajaa. Sampe ada seorang teman di social media memposting meme note yang sekarang lagi ngetrend.

“…that happend in just one year”

photo_2015-08-21_14-19-44

Membuat saya melakukan throwback apa aja yang seketika berubah dan sampe sekarang saya masih ngerasa jetlag.

  1. Harus nurut sama lelaki yang disebut dengan suami. Ini bukan pekerjaan mudah sista tapi harus dilakukan karena setelah menikah ridho suamilah pintu surga kita.
  2. Saya jadi bisa masak. Masalah masak jujur saya mem-push diri sendiri untuk mau masak walau kadang gak enak. Salah satu motivasinya adalah saya mau punya keluarga sehat yang free from MSG jadi mau gak mau saya harus mau dan bisa masak gongsrang-gongsreng sendiri.
  3. Teman yang menghilang. Ada beberapa. Entahlah, mungkin mereka menganggap jadi gak asik karena gak sebebas dulu bisa diajak main kemana-mana, gak bisa diajak karaokean lagi sampe tengah malem atau entahlah yang pasti mereka beberapa menghilang. Hal ini sempat saya bahas sama suami “kok gini sih sekarang dia, kok gitu sih” yang tetap bisa saya usahakan sekarang yaa menjaga silaturahim dan komunikasi. Masalah kedekatan saya sudah ikhlaskan kalau memang mereka memilih untuk pergi.
  4. Alhamdulilah sudah hidup mandiri. Tapiii ditempat yang dari dulu sangat sangat gak suka, tersebutlah Apartement. Tapi harus disyukuri karena diluar sana banyak yang bahkan untuk berteduh saja tidak punya.
  5. Belum diamanahi kehamilan oleh Allah. Banyak orang yang menyangka “nunda yaa?” gak nunda kok emang belum aja. Bukan cuma itu saja pertanyaannya, masih banyak yang lebih nyelekit juga banyak. Untuk menghadapi fase ini harus banyak-banyak sabar, kebal kuping kalo pertanyaannya nyelekit dan sambil senyum manis bilang “mohon doanya yaa”. Nangis? Hahaha bahu suami saya sepertinya udah kebal untuk dipeper tangisan dan ingus akibat saya nangis. Ikhtiar insya allah selalu dilakukan tiap malem beronde-ronde hahahahahahaha gaaak becandaaaa !
  6. Less stress. Salah satu usaha saya buat manajemen stres dan emosi adalah ikutan yoga. Banyak yang bilang “ngapain siihhh kan udah kurus”, respon lain lagi dari tukang gojek “biar gembuk ya mba” (ampuun deh segala tukang gojek juga ikutan komentar).
  7. Saya dan suami memutuskan menjadi Food Combining’ers. Kadang masih suka cheating sih dan kalo weekend udah pasti cheating tapi yang gak pernah saya lewatkan adalah jeniper (jeruk nipis peras) dan sarbu (sarapan bubur)-nya.

Dari tempo perubahan fase-fase yang tadinya diberikan perlahan, sekarang sepertinya Allah mau saya ikut program kelas akselerasi. See all that happened less than a yearBismillah, we can through this together dear husband.

Everything Change After Marriage

NO

(for me) Your Life Just Begin After Marriage

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s