Terbebas dari Penyakit karena Tertawa

Terbebas dari Penyakit karena Tertawa


Ada yang belum tau kalau tertawa merupakan obat alami penyakit? Saya juga baru tau terapi ini kelas 2 SMA ketika les bahasa inggris di LIA dengan materi “Laughing Can Heal The Breast Cancer“. Topik ini cukup menarik secara saya hobi banget ketawa dan ternyata hobi saya itu sangat bermanfaat untuk kesehatan ya walaupun sering kali orang tua saya menasihati agar jangan tertawa berlebihan. Untuk itulah saya akan berbagi dalam tulisan ini.

Banyak riset yang menuliskan tentang manfaat tertawa, diantaranya

“Menurut Dr. Lee S. Berk dari Loma Linda University, California, USA, seperti dikutip situs latterklub, tertawa membantu meningkatkan jumlah sel-sel pembunuh alami (dikenal dengan sel NK, sejenis sel darah putih) serta meningkatkan kadar antibodi.”

“Penelitian telah menemukan, setelah terapi tertawa, terjadi peningkatan jumlah antibodi (immunoglobin A) pada mucus atau lendir dalam hidung serta saluran pernapasan. Hal ini diyakini bisa melindungi dari serangan virus, bakteri serta mikroorganisme lainnya.”

Manfaatnya efek tertawa dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dinyatakan sangat signifikan dalam menangani penyakit mematikan seperti AIDS dan kanker.

Dari sumber ini, untuk melakukan terapi tertawa ternyata ada tahapannya dan membentuk suatu kelompok tawa sekitar 5 orang. Berikut tahapannya

 


Satu sesi adalah kombinasi antara latihan pernapasan, peregangan dan berbagai teknik tawa stimulus. Biasanya satu sesi tawa memakan waktu antara 20 sampai 30 menit. Sedangkan satu putaran tawa memakan waktu antara 30 sampai 40 detik.

Langkah Pertama
Pemanasan dengan tepuk tangan serentak semua anggota klub, sambil mengucapkan ho ho ho… Ha ha ha … tepuk tangan disini sangat bermanfaat bagi peserta karena syaraf-syaraf ditelapak tangan akan ikut terangsang sehingga menciptakan rasa aman dan meningkatkan energi dalam tubuh.

Langkah Kedua
Pernapasan dilakukan seperti pernapasan biasa yang dilakukan semua cabang-cabang olahraga pada awal latian yaitu: melakukan pernapasan dengan mengambil napas melaui hidung, lalu napas ditahan selama 15 detik dengan pernapasan perut. Kemudian keluarkan perlahan-lahan melaui mulut. Hal ini dilakukan lima kali berturt-turut.

Langkah Ketiga
Menutar engsel bahu kedepan dan kearah belakang. Kemudian menganggukkan kepala ke bawah sampai dagu hampir menyentuh dada, lalu mendongakkan kepala ke atas belakang. Lalu menoleh ke kiri dan ke kanan. Melakukan gerakan ini harus dilakukan secara perlahan.tidak dianjurkan untuk melakukan gerakan memutar leher, karena bisa terjadi cidera pada otot leher. Peregangan dilakukan dengan memutar pingang ke arah kanan kemudian ditahan beberapa saat, lalu kembali ke posisi semula. Peregangan uini juga dapat dilakukan dengan otot-otot bagian tubuh lainnya. Semua gerakan ini dilakukan masing-masing lima kali.

Langkah Keempat: Tawa Bersemangat
Dalam tawa ini tutor memberikan aba-aba untuk memulai tawa, 1, 2, 3…. semua anggota klub tertawa serempak, diarapkan jangan ada yang tertawa lebih dulu atau belakangan, harus kompak seperti nyayian koor. Dalam tawa ini tangan diangkat ke atas beberapa saat lalu diturunkan dan diangkat kembali, sedangkan kepala agak mengdongak ke belakang. Melakukan tawa ini harus bersemangat. Jika tawa bersemangat mau berakhir maka sang tutor mengeluarkan kata, ho ho ho….. ha ha ha….. beberapa kali sambil bertepuk tangan.

Setiap selesai melakukan satu tahap dianjurkan menarik napas secara pelan dan dalam.

Langkah Kelima: Tawa Sapaan
Tutor memberikan aba-aba agar peserta tawa tertawa dengan suara suara sedang sambil medekat dan bertegur sapa satu sama lainnya. Dalam melakukan sesi ini mata peserta memberikan diharapkan saling memandang satu dengan lainnya. Peserta dianjurkan menyapa sambil tertawa pelan, cara menyapa ini sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Misalnya orang India dengan cara mengatupkan kedua tangan, orang Barat saling berjabat tangan, orang Timur Tengah berpelukan dan ciuman pipi, serta orang Jepang saling menundukkan badan dan tetap menjaga kontak mata. Setelah itu peserta menarik napas secara pelan dan dalam.

Langkah Keenam: Tawa Penghargaan
Peserta membuat lingkaran kecil dengan menghuungkan ujung jari telunjuk dengan ujung ibu jari. Kemudian tangan digerakkan ke depan dan ke belakang sekaligus memandang anggota lainnya dengan melayangkan tawa yang manis sehingga kita kelihatan memberikan penghargaan kepada yang kita tuju. Kemudian bersama-sama tutor mengucapkan, ho ho ho… ha ha ha … sekaligus bertepuk tangan. Setelah melakukan tawa ini kembali menarik napas secara pelan dan dalam agar kemabali tenang.

Langkah Ketujuh: Tawa Satu Meter
Tangan kiri dijulurkan ke samping tegak lurus dengan badan, sementara tangan kanan melakukan gerakan seperti melepaskan anak panah, lalu tangan di tarik kebelakang seperti menarik anak panah dan dilakukan dalam tiga gerakan pendek, seraya mengucapkan ae…… ae…….aeee…. lalu tertawa lepas seraya merentangkan kedua tangan dan kepala agak mendongak serta tertawa dari perut. Gerakan seperti ini dilakukan ke arah kiri lalu ke arah kanan, hal serupa diulangi antara 2 hingga 4 kali. Setelah selesai kembali menarik napas secara pelan dan dalam.

Langkah Kedelapan: Tawa Milk Shake.
Anggota klub seolah-olah memegang dua gelas berisi susu, yang satu di tangan kiri dan satu di tangan kanan. Saat tutor memebrikan instruksi lalu susu dituang dari gelas yang satu ke gelas yang satunya sambil mengucapkan Aeee…. dan kembali dituang ke gelas yang awal sambil mengucapkan aeeee….. Setelah selesai melakukan gerakan itu, para anggota klub tertawa sambil melakukan gerakan seperti minum susu. Al serupa dilakukan sebanyak emapt kali, lalu bertepuk tangan seraya mengucapkan, ho ho ho ….. ha ha ha …… kembali lakukan tarik nafas pelan dan dalam.

Langkah Kesembilan: Tawa Hening tanpa Suara
Harus dilakukan hati-hati, sebab tawa iti tidak bisa dilakukan dengan tenaga berlebihan, dapat berbahaya jika beban di dalam perut mendapat tekanan secara berlebihan. Dalam melakukan gerakan ini perasaan lebih banyak berperan dari pada penggunaan tenaga berlebihan. Pada tawa ini mulut di buka selebar-lebarnya seolah-olah tertawa lepas tetapi tanpa suara, sekaligus saling meandang satu sama lainnya dan membuat berbagai gerakan dengan telapak tangan serta menggerak-gerakkan kepala dengan mimik-mimik lucu. Dalam melakukan tawa hening ini otot-otot perut bergerak cepat sepeti melakukan gerak tawa lepas. Kemudian kembali menarik napas pelan dan dalam.

Langkah Kesepuluh: Tawa Bersenandung dengan Bibir Tertutup
Ini adalah gerakan tawa yang harus hati-hati dilakukan sebab tertawa tanpa suara, sekaligus mengatupkan mulut yang dipaksakan akan berdampak buruk karena menambah tekanan yang tidak baik dalam ronga perut. Dalam pelaksanaan gerak ini peserta dianjurkan bersenandung hmmmmmm…… dengan mulut tetap tertutup, sehingga akan terasa bergema di dalam kepala. Dalam melakukan senandung ini diharapkan semua pesert saling berpandangan dan saling membuat gerakan-gerakan yang lucu sehingga memacu para peserta lain semakin tertawa. Kemudian kembali menarik napas dalam dan pelan.

Langkah Kesebelas: Tawa Ayunan
Merupakan tawa yang banyak digemari para klub tawa karena tawa ini seakan-akan bermain-main dan kompak. Pesert klub harus mendengar aba-aba tutor, dan peserta dalam gerakan ini lebih baik berbentuk lingkaran. Peseta disuruh mundur dua meter sambil tertawa, untuk memperbesar lingkarab dan kemabli maju sekaligus mengeluarkan ucapan, Ae ae aeeeeeeee……. dan seluruhnya mengangkat tangan dan serempak tertawa lepas dan pada saat yang sama semua bertemu di tengah-tengah dan melambaikan tangan masing-masing. Tahap berikutnya mereka kembali pada posisi semula, dan melanjutkan gerakan maju ke tengah dan mengeluarkan ucapan, Aee….. Oooo…. Ee-Uu…… dan sekaligus tertawa lepas dan serupa dilakukan bisa sampai emapat kali. Setelah selesai kembali menarik napas dalam dan pelan.

Langkah Keduabelas: Tawa Singa
Ini merupakan tawa yang sangat bermanfaat buat otot-otot wajah, lidah, dan memperkuat kerongkongan serta memperbaiki saluran dan kalenjer tiroid sekaligus menjadikan peserta klub menghilangkan rasa malu dan takut. Dalam gerakan ini mulut dibuka lebar-lebar dan lidah dijulurkan ke luar semaksimal mungkin, mata dibuka lebar seperti melotot, dan tangan diangkat ke depan di mana jari-jari di baut seperti akan mencakar, seolah-olah seperti singa mau mencakar mangsanya. Pada saat itula peserta tertawa dari perut. Setelah selesai lakukan kemabali gerakan menarik napas secara dalam dan pelan.

Langkah Ketigabelas: Tawa Ponsel
Peserta dibagi dalam dua kelompok yang saling berhadapan dan masing-masing seolah-olah memegang hand phone. Dengan aba-aba tutor mereka disuru saling menyeberang sambil memegang handphone, pada saat itulah perserta tertawa sambil saling berpandangan dan setelah itu kembali lagi ke posisi semula. Setelah selesai tarik napas dalam dan pelan.

Langkah Keempatbelas: Tawa Bantahan
Anggota kelompok dibagi dalam dua bagian yang bersaing dengan dibatasi jarak. Biasanya mereka dibagi dengan kelompok pria dan wanita. Dalam kelompok itu mereka saling berpandangan sekaligus tertawa dan saling menuding dengan jari telunjuk kepada kelompok yang dihadapannya. Gerakan ini sangat menarik para peserta karena mereka akan bisa tertawa lepas. Setelah selesai tarik napas dalam dan pelan agar kembali segar dan tenang.

Langkah Kelimabelas: Tawa Memaafkan
Perserta klub memegang cuping telinga masing-masing sekaligus menyilangkan lengan dan berlutut diikuti dengan tawa. Tawa memaafkan ini mengajarkan kepada kita jika kita ada perselisihan terhadap orang lain maka diajarkan saling memaafkan. Setelah selesai tarik napas dalam dan pelan.

Langkah Keenambelas: Tawa Bertahap
Di sini tutor menginstruksikan agar semua anggota klub mendekatinya. Dalam sesi ini tutor mengajak anggotanya untuk tersenyum kemudian bertahap menjadi tertawa ringan, berlanjut menjadi tawa sedang dan terakhir menjadi tertawa lepas penuh semngat. Dalam melakukan tawa ini sesama anggota saling berpandangan dari anggota yang lain ke anggota yang lainnya juga. Tawa ini dilakukan selama satu menit. Setelah selesai tarik napas dalam pelan. Setelah selesai akan terasa sekali bahwa badan kita akan segar.

Langkah Ketujuhbelas: Tawa dari Hati ke Hati
Tawa ini merupakan sesi terakhir dari tahapan terapi. Semua peserta terapi saling berpegangan tangan sambil berdekatan sekaligus bersama-sama tertawa dengan saling bertatapan dengan perasaan lega. Peserta juga bisa saling bersalaman atau berpelukan sehingga terjalin rasa keakraban yang mendalam.

Setelah selesai melakukan senam tawa setiap klub mempunyai cara masing-masing dalam mengakhiri latihan terapi tawa. Ada yang melakukan tertawa secara spontan dan lamanya 5 menit, sehingga tubu lebih rileks dan segar.

Bahkan bila ada anggota klub yang kurang kompak waktu melakukan terapi tawa dari sesi ke sesi berikutnya, sebaiknya diulang, jika sudah kompak dilanjutkan pada tahap berikutnya sampai selesai. Tetapi jika belum padu harus diulang sampai anggota klub tersebut bisa tertawa kompak, dengan demikian semua anggota klub mendapatkan manfaatnya.


 

Bila ada yang mencari klinik resmi tempat terapi tertawa terakhir saya tahu baru di Bali, tapi sepertinya sekarang sudah banyak tersebar di seluruh nusantara. Selamat mencoba readers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s